Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang habis bertengkar hebat dengan istrinya dan mereka terancam menghadapi pintu perceraian. Pria ini tinggal di apartemen lantai 10. Karena ia sudah merasa tidak kuat lagi menahan penderiataan yang ia alami, ia pun akhirnya berpikir pendek, yaitu menyudahi hidupnya dengan melompat dari jendela apartemennya.
Saat dia melompat dari jendela apartemennya, ia segera terjun bebas menuju kebawah. Saat ia berada di lantai 9 ia melihat tetangganya sedang kepergok berselingkuh di apartemennya. Pada saat berada di lantai 8, ia melihat ada sorang ibu yang menangisi anaknya yang overdosis karena obat-obatan. Di lantai 7, ia melihat seorang istri sedang dipukuli oleh suaminya. Saat di lantai 6, ia melihat seorang gadis remaja ketahuan ayahnya sedang berpesta seks. Di lantai 5, ia melihat temannya yang sedang memasak di dapur dan dapurnya kebarakan. Di lantai 4 ia melihat keluarga yang hampir mati karena kelaparan. Di lantai 3 ia melihat seorang anak yang sedang berjuang membela ibunya dari kejaran penagih hutang. Di lantai 2 ia melihat temannya yang baru saja pulang ke apartemennya yang hampa karena semua barangnya habis dijual untuk berjudi. Di lantai 1 ia melihat seorang kakak yang histeris karena baru saja membunuh adiknya.
Seketika itu juga pria itu sadar bahwa masalah dia bukanlah masalah yang paling besar dalam hidupnya. masih banyak orang yang lebih susah dan menderita dari dia. Tapi itu semua sudah terlambat, ia sudah telanjur lompat dari apartemennya yang berada di lantai 10. Sekarang ia yang menjadi tontonan dari seluruh penghuni apartemen situ serta orang-orang yang lewat.
Seharusnya kejadian di atas tidak usah terjadi apabila pria itu menyadari bahwa ada satu pribadi yang selalu punya cara untuk menghibur bahkan menyelesaikan semua masalah-masalahnya, yaitu Yesus.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Mat 11:28
Merry Christmas... :)
wouw...
BalasHapusgreat ilustration don :)
keep writing...
hehehehe